Petani Sabdodadi Berinovasi, Alat Tabela Sederhana Siap Dukung PM-AAS

18 August 2026
admin

Petani Sabdodadi Berinovasi, Alat Tabela Sederhana Siap Dukung PM-AAS

 

       Sabdodadi, 14 Agustus 2026 — Kegiatan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di lahan persawahan Bangeran, Padukuhan Keyongan, Kalurahan Sabdodadi, Bantul. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong penerapan teknologi pertanian modern yang lebih efektif dan efisien guna mendukung peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. 

       Kegiatan tersebut dihadiri oleh BPP Bantul, Bu Crisnha Sari D., PPL BPP Bantul Bu Rina, Bu Zeny, dan Bu Vivin, Ulu-Ulu Kalurahan Sabdodadi Pak Adhi Yuli Adi, Pak Prabowo dari BRMP DIY, serta Bu Stella dari CWS DIY. Turut hadir Ketua Gapoktan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua kelompok tani (poktan), serta petani-petani di wilayah Kalurahan Sabdodadi. Salah satu bentuk penerapan PM-AAS yang akan dikembangkan di Sabdodadi adalah sistem tanam benih langsung (tabela) padi. Sistem tabela merupakan metode penanaman padi dengan menanam benih secara langsung ke lahan, sehingga diharapkan dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya dibandingkan dengan metode tanam konvensional. 

       Menariknya, untuk mendukung penerapan sistem tersebut, dua petani di Bangeran, yaitu Pak Karyadi dan Pak Parjiyono, berinisiatif membuat alat tanam benih langsung secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Alat tabela yang dibuat oleh Pak Karyadi memanfaatkan botol plastik bekas dan besi sedangkan alat yang dibuat oleh Pak Parjiyono menggunakan pipa paralon (PVC) dan kayu. Kedua alat tersebut dirancang untuk mempermudah proses penanaman benih padi secara langsung sekaligus membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan budidaya. 

       Dalam kegiatan PM-AAS tersebut, kedua alat hasil inovasi petani ini kemudian diuji secara langsung di lahan persawahan Bangeran. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi alat dalam membantu proses tanam padi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kedua alat tersebut dapat digunakan dengan efektif dan efisien. Untuk menanam padi pada lahan seluas 700 meter persegi, proses penanaman hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit. Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi penghematan waktu dan tenaga yang cukup besar dalam proses penanaman padi. 

        Selain sebagai pengujian alat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi sederhana tersebut kepada para petani di Kalurahan Sabdodadi. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan biaya pembuatan yang relatif terjangkau, alat tabela diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi yang dapat diterapkan oleh petani secara lebih luas. Penerapan sistem tabela melalui PM-AAS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani, khususnya dalam mengurangi biaya dan tenaga yang dibutuhkan pada tahap penanaman, tanpa mengesampingkan target produktivitas padi. Dengan biaya tanam yang lebih hemat dan proses kerja yang lebih cepat, penerapan teknologi pertanian modern ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani. 

        Melalui kegiatan tersebut, Kalurahan Sabdodadi terus mendorong semangat inovasi dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian. Kolaborasi antara petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah kalurahan, serta berbagai pihak terkait diharapkan dapat memperkuat penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dan mewujudkan pertanian Sabdodadi yang semakin maju, efisien, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. 

Bagikan artikel ini: Lampiran:
WhatsApp Image 2026-08-18 at 11.38.28.jpeg
WhatsApp Image 2026-08-18 at 13.33.54.jpeg

Komentar:

Belum ada komentar.

Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

Sinergi Program